Makanan Tinggi Gula yang Sering Tidak Disadari – Banyak orang mengira asupan gula tambahan yang tinggi hanya berasal dari makanan manis seperti permen, cokelat, atau kue. Padahal, tanpa disadari, gula tambahan juga sering tersembunyi dalam berbagai makanan dan minuman yang sering dikonsumsi. Bahkan, makanan dan minuman yang biasa dianggap sehat juga bisa mengandung gula tambahan yang tinggi tanpa disadari.
Padahal, konsumsi gula berlebih yang terus-menerus dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, mulai dari kenaikan berat badan, diabetes, hingga penyakit jantung. Kemungkinan besar, Anda juga sudah menyadari pentingnya membatasi konsumsi gula tambahan dalam pola makan harian. Itulah mengapa penting untuk mengenali sumber-sumber gula tersembunyi agar Anda bisa membuat pilihan makan yang lebih sehat dan seimbang.
Makanan Tinggi Gula yang Sering Tidak Disadari
1. Jus Buah Kemasan
Anda mungkin sudah mengetahui tingginya kadar gula tambahan pada minuman kemasan seperti soda, kopi, dan susu. Bahkan, minuman kemasan yang dipasarkan sebagai rendah gula (less sugar) juga masih mengandung gula yang tinggi. Namun, minuman kemasan yang sering dianggap sehat dan tidak mengandung gula tambahan adalah jus buah.
Karena berasal dari buah yang tinggi serat dan kaya vitamin, banyak orang yang menganggap jus buah kemasan sebagai pilihan yang lebih sehat dibandingkan soda. Padahal, kadar gula pada jus buah kemasan justru bisa sama atau bahkan lebih tinggi daripada minuman bersoda.
Buah yang sudah melalui proses pengolahan menjadi jus kemasan juga kehilangan banyak serat dan vitamin alami, sehingga menjadikannya pilihan yang tidak sehat. Inilah pentingnya membaca komposisi dan informasi nilai gizi pada kemasan sebelum membeli minuman. Untuk pilihan lebih sehat, Anda bisa membuat jus sendiri di rumah menggunakan buah segar dan tanpa tambahan gula. Jangan lupa juga untuk tetap minum air putih untuk menjaga hidrasi.
2. Sereal dan Granola
Banyak menu sarapan yang diam-diam mengandung banyak gula tambahan. Salah satunya adalah sereal dan granola. Sereal sarapan, termasuk granola dan sereal untuk anak-anak, sering dipromosikan sebagai pilihan praktis dan bergizi. Namun, banyak produk sereal mengandung gula tambahan dalam jumlah besar untuk meningkatkan rasa.
Bahkan, beberapa sereal mengandung gula tambahan yang lebih tinggi daripada sebuah donat dalam satu porsinya. Granola yang terlihat sehat pun bisa mengandung gula tambahan dari madu, sirup, atau gula kelapa. Jika dikonsumsi berlebihan, sereal bisa menjadi sumber gula tambahan yang cukup signifikan.
3. Yogurt Berperisa
Yogurt dipasarkan sebagai makanan sehat dan juga direkomendasikan sebagai bagian dari pola makan sehat. Ini karena yogurt mengandung probiotik yang baik untuk pencernaan, tinggi protein, kalsium, dan vitamin B12. Namun, yogurt berperisa buah sering kali mengandung gula tambahan yang cukup tinggi, hingga di atas 10 gram gula per sajian 100 gram. Untuk disebut rendah gula, produk makanan tidak boleh mengandung lebih dari 5 gram gula per sajian 100 gram.
Jika Anda ingin mengonsumsi yogurt, maka pilihlah yogurt plain atau Greek yogurt tanpa pemanis tambahan. Jika menginginkan rasa manis, Anda bisa menambahkan buah segar atau madu secukupnya sebagai alternatif yang lebih sehat.
4. Saus dan Bumbu Siap Pakai
Sumber gula tambahan pada makanan sehari-hari yang sering tidak disadari berasal dari saus dan bumbu seperti saus tomat, saus sambal, saus barbeque, hingga salad dressing. Meskipun tidak terasa manis, saus kemasan bisa mengandung gula tambahan yang tinggi tanpa disadari. Gula sering ditambahkan ke dalam saus untuk menyeimbangkan rasa asam atau pedas. Akibatnya, penggunaan saus berlebihan dapat meningkatkan asupan gula harian tanpa disadari, terutama jika sering mengonsumsi makanan siap saji.
5. Makanan Rendah Lemak atau “Diet”
Jangan tertipu dengan label rendah lemak pada makanan kemasan. Karena rendah lemak, banyak orang yang salah mengira produk rendah lemak atau fat-free sebagai pilihan sehat.
Padahal, untuk menggantikan rasa lemak yang dihilangkan, produsen kerap menambahkan gula agar rasa produk tidak berubah dan tetap dapat dinikmati. Bahkan, makanan rendah lemak bisa mengandung gula lebih tinggi dibandingkan versi regulernya. Oleh karena itu, membaca label nutrisi menjadi langkah penting sebelum memilih produk.
Gula tersembunyi bisa ditemukan di banyak makanan sehari-hari yang sering dianggap aman atau bahkan sehat. Dengan mengenali sumber-sumber gula ini, Anda dapat membuat pilihan makan yang lebih bijak dan seimbang.
Untuk mengurangi gula tersembunyi, biasakan membaca label nutrisi dan memperhatikan istilah lain dari gula seperti sirup jagung, sukrosa, atau fruktosa. Memilih makanan segar, memasak sendiri, dan membatasi makanan olahan juga dapat membantu mengontrol asupan gula tanpa harus menghilangkan kenikmatan makan.
Mengurangi gula tambahan bukan berarti menghilangkan semua makanan favorit, melainkan meningkatkan kesadaran agar pola makan tetap mendukung kesehatan jangka panjang.
Jangan lupa untuk dukung pola makan sehat dengan obat dan vitamin dari VIVA Apotek. Kini tersedia di WhatsApp Commerce untuk memudahkan Anda berbelanja kebutuhan kesehatan dengan harga pasti hemat. Belanja sekarang!
Referensi:
- https://www.cdc.gov/diabetes/healthy-eating/spotting-hidden-sugars-in-everyday-foods.html.
- https://coxcollege.edu/five-breakfast-foods-higher-in-sugar-than-a-donut.
- https://www.npr.org/sections/thesalt/2018/09/19/649689591/yogurt-may-not-be-so-healthy-if-its-pumped-full-of-sugar.
- https://www.bbcgoodfood.com/health/nutrition/truth-about-low-fat-foods.
