Skip links
Daftar dan Harga Obat Diare Anak di Apotek

7 Daftar dan Harga Obat Diare Anak di Apotek

Daftar dan Harga Obat Diare Anak di ApotekDiare pada anak adalah salah satu masalah kesehatan yang paling sering membuat orang tua khawatir. Kondisi ini bisa terjadi kapan saja, mulai dari akibat makanan yang kurang higienis, infeksi virus atau bakteri, hingga perubahan pola makan.

Selain membuat anak rewel dan kehilangan nafsu makan, diare juga berisiko menyebabkan dehidrasi, yang dapat berbahaya bila tidak segera ditangani dengan benar. Oleh sebab itu, mengetahui obat diare yang aman dan efektif untuk anak menjadi langkah penting dalam pertolongan pertama di rumah.

Tidak semua obat yang digunakan orang dewasa bisa diberikan pada anak karena dosis, komposisi, dan efek sampingnya berbeda. Beberapa jenis obat bekerja dengan menggantikan cairan tubuh yang hilang, mengembalikan fungsi pencernaan, atau mengatasi infeksi yang menjadi penyebab munculnya diare.

Daftar Obat Diare Anak yang Tersedia di Apotek

Agar dapat memahami pilihan pengobatan yang tepat sehingga si kecil dapat pulih dengan cepat, berikut adalah beberapa daftar obat diare anak yang aman dikonsumsi.

1. Daryazinc Sirup

Daryazinc Sirup merupakan suplemen yang digunakan sebagai terapi pelengkap pada penanganan diare anak, terutama untuk membantu mengganti cairan tubuh yang hilang dan mencegah dehidrasi.

Kandungan zinc di dalamnya dapat mempercepat proses pemulihan dinding usus dan memperkuat sistem imun anak setelah diare. Suplemen ini menjadi bagian penting dari penanganan diare karena zinc terbukti dapat memperpendek durasi diare dan menurunkan risiko kambuh.

Untuk anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun, dosis yang direkomendasikan adalah 20 mg (1 sendok teh) per hari selama 10 hari. Sementara untuk bayi berusia 2 hingga 6 bulan, cukup berikan 10 mg (setengah sendok teh) per hari selama 10 hari. Obat ini sebaiknya dikonsumsi 1–2 jam sebelum atau sesudah makan agar penyerapannya lebih optimal.

Selama masa diare, penggunaan Daryazinc sebaiknya disertai dengan cairan rehidrasi oral seperti oralit untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Perlu diingat bahwa konsumsi zinc dalam dosis tinggi dan jangka panjang dapat menyebabkan gangguan penyerapan tembaga, sehingga harus digunakan sesuai petunjuk dokter atau tenaga medis.

2. Interlac Drops

Interlac Drops adalah suplemen probiotik yang diformulasikan khusus untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan, baik pada bayi baru lahir, bayi prematur, anak-anak, maupun orang dewasa untuk menjaga keseimbangan mikroflora usus serta mengatasi gangguan pencernaan seperti diare.

Cara penggunaannya cukup mudah. Cukup gunakan 5 tetes per hari yang diberikan langsung ke mulut atau dicampur dengan ASI, susu formula, maupun makanan anak. Dosis dapat disesuaikan dengan anjuran dokter, terutama pada bayi dan anak-anak.

Sebelum digunakan, botol perlu dikocok dengan baik agar kandungan probiotiknya tercampur merata. Setelah dibuka, Interlac Drops dapat digunakan hingga 3 bulan. Walaupun tergolong sebagai suplemen, penggunaannya tetap harus sesuai dosis yang dianjurkan dan tidak boleh menggantikan pola makan seimbang agar manfaatnya optimal bagi kesehatan pencernaan.

3. Guanistrep Suspensi

Guanistrep Suspensi merupakan obat antidiare yang bekerja dengan cara menyerap racun dan bakteri penyebab diare, di mana itu mengurangi frekuensi buang air besar serta memperbaiki tekstur feses yang encer.

Untuk dewasa dan anak berusia di atas 12 tahun, dosisnya adalah 2 sendok takar (10 ml) setelah setiap kali buang air besar, dengan batas maksimal 60 ml per hari. Anak berusia 6–12 tahun dapat mengonsumsi 1–2 sendok takar (5–10 ml), sedangkan untuk anak usia 3–6 tahun, dosisnya juga 1–2 sendok takar dengan batas maksimal 15 ml per hari.

Jika dikonsumsi dengan tidak tepat, Guanistrep bisa menimbulkan efek samping berupa konstipasi, terutama saat dikonsumsi secara berlebihan atau dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penggunaannya sebaiknya tidak melebihi dosis harian yang dianjurkan dan konsumsi cairan yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi selama proses pemulihan diare.

4. Diapet Anak Sirup

Diapet Anak Sirup adalah obat herbal khusus anak yang diformulasikan untuk membantu mengatasi diare dan mengurangi frekuensi buang air besar. Kandungan bahan alami seperti ekstrak daun jambu biji dan kunyit bekerja secara alami untuk menenangkan saluran pencernaan sekaligus membantu memperbaiki penyerapan cairan di usus.

Dosis pemakaian yang dianjurkan untuk anak berusia di atas 5 tahun adalah 2 kali sehari, 1 sachet setelah makan. Sebelum diminum, sirup perlu dikocok terlebih dahulu agar kandungan ekstrak herbalnya tercampur sempurna. Selama masa pemulihan, anak dianjurkan untuk mengkonsumsi cairan elektrolit guna mencegah dehidrasi akibat kehilangan cairan dari tubuh.

Diapet Anak Sirup tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia 5 tahun. Apabila dalam tiga hari diare tidak kunjung membaik, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Penggunaan berlebihan juga dapat menyebabkan sembelit, di mana hal tersebut penting untuk mengikuti dosis yang dianjurkan agar manfaatnya optimal tanpa menimbulkan efek samping.

5. Lacto-B

Lacto-B merupakan suplemen probiotik yang diformulasikan khusus untuk membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan anak-anak berusia 1–12 tahun. Suplemen ini berperan penting dalam mengatasi diare sekaligus mencegah intoleransi laktosa, yaitu kondisi di mana tubuh anak sulit mencerna laktosa dalam susu atau produk turunannya.

Dosis yang dianjurkan untuk anak di rentang usia tersebut adalah 3 sachet per hari yang dikonsumsi langsung dengan air putih atau dicampur ke dalam makanan. Jika anak mengalami reaksi seperti perut kembung ringan atau rasa tidak nyaman di perut, hal tersebut umumnya bersifat sementara dan akan membaik seiring tubuh beradaptasi terhadap efek probiotik.

Konsumsi pada anak yang memiliki riwayat alergi terhadap produk probiotik perlu dilakukan secara hati-hati. Jika muncul tanda-tanda reaksi alergi seperti pembengkakan di wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan, serta gatal dan kemerahan pada kulit, segera hentikan penggunaan dan konsultasikan ke dokter.

6. Entrostop Anak

Entrostop Anak merupakan obat herbal yang berguna untuk mengurangi frekuensi buang air besar akibat diare sekaligus membantu memadatkan tinja agar pencernaan anak kembali normal, khususnya pada anak.

Untuk dosis penggunaannya, anak-anak berusia 6–12 tahun dianjurkan mengonsumsi 1 sachet sebanyak 3 kali sehari. Sementara untuk orang dewasa, dosisnya 2 sachet sebanyak 3 kali sehari. Obat ini sebaiknya diberikan setelah makan agar kandungan herbal di dalamnya dapat terserap optimal oleh tubuh.

Entrostop Anak dapat menjadi pertolongan pertama saat anak mengalami diare ringan. Namun, jika gejala tidak membaik dalam 3 hari atau disertai tanda dehidrasi seperti lemas, haus berlebihan, atau mulut kering, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

7. Zinkid Sirup

Zinkid Sirup adalah suplemen pendamping dalam pengobatan diare pada anak-anak yang biasanya diberikan bersama larutan oralit untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang selama anak mengalami diare. Kandungan zinc di dalamnya berperan dalam memperkuat daya tahan tubuh serta mencegah diare kambuh di masa mendatang.

Dosis pemberian Zinkid Sirup disesuaikan dengan usia anak. Untuk bayi usia 2–6 bulan, berikan 5 ml setiap hari selama 10 hari berturut-turut. Sementara itu, anak usia 6 bulan–5 tahun membutuhkan 10 ml per hari selama 10 hari berturut-turut, bahkan ketika diare sudah berhenti.

Jika anak muntah dalam waktu setengah jam setelah minum, dosis perlu diulang kembali dengan obat baru agar manfaatnya tetap optimal. Zinkid Sirup sebaiknya diberikan setelah makan untuk menghindari rasa mual dan memastikan penyerapan zinc berjalan lancar.

Selama anak mengalami diare, penting untuk tetap memberikan cairan oralit dan menjaga asupan nutrisi, khususnya melalui pemberian ASI pada bayi dan balita.

Itulah beberapa informasi terkait daftar obat diare anak yang perlu diketahui. Manfaatkan fitur Beli Obat dari VIVA Apotek untuk mendapatkan obat yang Anda butuhkan. Ingat untuk selalu jaga kesehatanmu, ya!

Referensi:

  • American College of Gastroenterology (n.d). Diarrhea in Children. https://gi.org/topics/diarrhea-in-children.
  • Johns Hopkins Medicine (n.d). Diarrhea in Children. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/diarrhea-in-children.
  • UC Davis Health (2025). Diarrhea in children: At-home treatments and when to be concerned about diarrhea in your child. https://health.ucdavis.edu/blog/cultivating-health/diarrhea-in-children-at-home-treatments-and-when-to-be-concerned-about-diarrhea-in-your-child/2025/05.
Explore
Drag