Daftar dan Harga Obat Sariawan Anak di Apotek – Bagi si kecil, rasa perih yang timbul saat sariawan bisa sangat mengganggu, terutama saat makan, minum, atau berbicara. Luka kecil di dalam mulut ini dapat muncul akibat berbagai hal, mulai dari kurangnya asupan vitamin, tergigit tanpa sengaja, hingga infeksi jamur atau virus.
Sebagai orang tua, memahami obat sariawan yang aman dan efektif untuk anak menjadi langkah penting agar penyembuhan bisa berlangsung cepat tanpa menimbulkan efek samping.
Pilihannya pun beragam, mulai dari obat kumur antiseptik, gel pereda nyeri, hingga obat tetes antijamur yang khusus diformulasikan untuk anak-anak. Masing-masing memiliki cara kerja berbeda, tergantung penyebab dan tingkat keparahan sariawan yang dialami.
Daftar dan Harga Obat Sariawan Anak di Apotek
Agar anak tidak kehilangan nafsu makan dan mengganggu suasana hatinya, berikut adalah beberapa obat sariawan yang bisa digunakan oleh anak-anak.
1. Ika Sariawan
Ika Sariawan merupakan cairan herbal yang meringankan sariawan sekaligus menyegarkan mulut. Produk ini dapat digunakan dengan dua cara, yaitu sebagai cairan kumur atau ditelan langsung, tergantung kebutuhan pengguna.
Kandungan alaminya bekerja lembut pada area mulut yang terluka akibat sariawan, di mana pemakaiannya berguna dalam membantu meredakan nyeri serta mempercepat proses penyembuhan. Kombinasi bahan-bahan seperti peppermint serta daun sirih dapat mencegah infeksi di area luka dan menjaga kesehatan rongga mulut secara keseluruhan.
Untuk menggunakannya pada anak-anak, cukup pakai 15 ml atau 1 sendok makan sebanyak dua kali sehari. Cairan dapat digunakan untuk berkumur atau ditelan sesuai petunjuk. Dengan pemakaian teratur, Ika Sariawan membantu mengatasi sariawan lebih cepat, mengurangi rasa perih, dan membuat napas terasa lebih segar.
2. Constantia Drop
Constantia Drop adalah obat antijamur berbentuk suspensi oral yang digunakan untuk mengatasi infeksi jamur Candida atau kandidiasis pada rongga mulut. Obat ini mengandung Nystatin, antibiotik poliena yang bekerja dengan cara membunuh jamur penyebab infeksi.
Konsumsinya perlu dilakukan dengan hati-hati dan sesuai petunjuk medis, terutama pada bayi dan anak-anak. Bayi dan anak-anak cukup menggunakannya sebanyak 1 ml dalam empat kali sehari. Saat pemakaian, teteskan obat ke dalam rongga mulut dan usahakan agar larutan berkontak dengan area luka selama mungkin sebelum ditelan untuk hasil maksimal.
Karena bersifat lokal, Constantia Drop umumnya aman bila digunakan sesuai anjuran. Namun, pengguna perlu mewaspadai efek samping seperti mual, muntah, diare, pusing, atau gangguan pencernaan ringan. Jika muncul tanda iritasi atau reaksi alergi seperti perih dan ruam di area mulut, penggunaan obat sebaiknya segera dihentikan.
3. Aloclair Plus Gel
Aloclair Plus Gel bekerja dengan cara membentuk lapisan pelindung di atas area luka sehingga mengurangi rasa nyeri dan mencegah iritasi lebih lanjut, termasuk sakit yang disebabkan oleh sariawan. Selain itu, kandungan asam hialuronat dan lidah buaya di dalamnya mendukung proses regenerasi jaringan secara alami.
Selain sariawan, gel ini dapat digunakan untuk gangguan mulut lainnya seperti stomatitis aftosa, luka akibat gesekan kawat gigi atau gigi palsu, serta iritasi minor lainnya di dalam rongga mulut.
Cukup oleskan 1–2 tetes gel langsung pada area luka sebanyak 3–4 kali sehari saat hendak menggunakannya. Setelah dioleskan, hindari menyentuh area luka dengan lidah selama sekitar dua menit agar lapisan pelindung terbentuk sempurna. Anda disarankan untuk tidak makan atau minum selama satu jam setelah pemakaian agar efek penyembuhannya bekerja maksimal.
4. Tantum Verde Gargle
Tantum Verde Gargle digunakan untuk meredakan nyeri dan peradangan pada mulut serta tenggorokan, termasuk setelah pencabutan gigi dan pada gangguan jaringan gusi Kandungan Benzydamine HCl dan alkohol 10% di dalamnya dapat mengurangi rasa sakit, bengkak, dan peradangan, sekaligus memberikan sensasi segar di mulut.
Gunakan obat ini dengan cara berkumur menggunakan satu sendok makan (15 ml) tanpa diencerkan selama sekitar satu menit, kemudian dibuang. Disarankan untuk melakukan kumur-kumur sebanyak dua hingga tiga kali sehari, di mana pengobatan tidak boleh dilakukan lebih dari tujuh hari berturut-turut tanpa petunjuk dokter.
Perlu diingat bahwa obat ini tidak dianjurkan untuk anak-anak yang terlalu muda atau berusia di bawah 12 tahun serta harus digunakan dengan hati-hati pada penderita dengan gangguan fungsi hati atau ginjal berat.
5. Mycostatin Drops
Mirip dengan Constantia Drop, Mycostatin Drops digunakan untuk mengobati infeksi jamur Candida di rongga mulut. Kandungan Obat ini efektif terhadap berbagai spesies Candida, termasuk C. albicans, C. tropicalis, dan C. krusei sehingga menjadikannya sebagai pilihan utama untuk infeksi jamur pada mulut seperti sariawan akibat jamur.
Dosis umum untuk dewasa dan anak-anak adalah 1–6 ml sebanyak empat kali sehari, sedangkan untuk bayi sebesar 1–2 ml dengan jumlah konsumsi yang sama. Kocok terlebih dahulu, lalu tahan cairan di dalam mulut selama mungkin sebelum ditelan agar efek antijamurnya maksimal.
Meskipun tergolong aman bila digunakan dengan benar, Mycostatin Drops tetap memiliki efek samping yang perlu diperhatikan seperti mual, muntah, rasa tidak nyaman di saluran pencernaan, dan diare. Pengguna harus menghentikan obat jika muncul tanda iritasi atau reaksi sensitif pada mulut.
6. Betadine Obat Kumur Antiseptik
Betadine Obat Kumur Antiseptik adalah obat kumur dengan kandungan aktif Povidone Iodine 1% yang berfungsi sebagai antiseptik untuk menjaga kesehatan rongga mulut dan tenggorokan.
Obat kumur ini efektif membunuh berbagai mikroorganisme penyebab infeksi seperti bakteri, virus, dan jamur, sehingga membantu meredakan sakit tenggorokan, mengatasi gusi bengkak, sariawan, serta menghilangkan bau mulut dan napas tidak segar.
Cara penggunaannya cukup mudah. Cukup tuangkan 15 ml larutan atau sekitar satu tutup botol, lalu berkumurlah selama 30 hingga 60 detik sebanyak 3–5 kali per hari atau sesuai kebutuhan. Larutan ini tidak boleh ditelan karena hanya diperuntukkan untuk pemakaian luar di rongga mulut.
Penggunaan berlebihan, termasuk pada anak-anak, dapat menyebabkan iritasi atau gangguan sistemik akibat penyerapan iodium berlebih. Oleh karena itu, selalu gunakan sesuai dosis dan aturan pakai yang dianjurkan agar manfaatnya optimal tanpa menimbulkan efek samping.
7. Nymiko Drops
Nymiko Drops merupakan obat antijamur oral yang mengandung Nystatin untuk melawan berbagai spesies jamur Candida yang sering menjadi penyebab infeksi jamur di mulut.
Untuk bayi dan anak-anak, obat dapat dikonsumsi sebesar 1 ml empat kali sehari, sedangkan untuk orang dewasa sebanyak 5 ml. Untuk kasus kandidiasis pada rongga mulut, obat ini sebaiknya digunakan dengan berkumur terlebih dahulu sebelum ditelan. Tujuannya agar Nystatin dapat bekerja langsung pada area yang terinfeksi.
Nymiko Drops dapat menimbulkan beberapa efek samping seperti mual, muntah, diare, dan gangguan pencernaan ringan. Jika muncul gejala alergi atau iritasi, pemakaian harus segera dihentikan dan dikonsultasikan ke tenaga medis.
Itulah beberapa informasi terkait daftar obat sariawan anak yang perlu diketahui. Manfaatkan fitur Beli Obat dari VIVA Apotek untuk mendapatkan obat yang Anda butuhkan. Ingat untuk selalu jaga kesehatanmu, ya!
Referensi:
- Banner Health (2025). 4 Common Causes of Mouth Ulcers and Sores in Children. https://www.bannerhealth.com/healthcareblog/teach-me/why-do-children-get-mouth-sores-and-how-to-treat.
- Better Health (n.d). Oral conditions – young children. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/oral-conditions-young-children.
- NHS (2024). Mouth ulcers. https://www.nhs.uk/conditions/mouth-ulcers.
