Daftar dan Harga Obat Cacing Anak di Apotek – Infeksi cacing atau cacingan pada anak masih menjadi masalah kesehatan yang umum di Indonesia, terutama di lingkungan dengan kebersihan yang kurang terjaga. Penyakit ini bisa menyebabkan berbagai gangguan seperti gatal di anus, sakit perut, hingga gangguan tumbuh kembang jika tidak segera ditangani.
Jika sudah terlanjur terkena cacingan, Anda bisa memberikan obat cacing yang banyak tersedia di apotek. Bentuknya pun bervariasi mulai dari tablet hingga suspensi yang bisa disesuaikan dengan pilihan konsumsi anak.
Daftar dan Harga Obat Cacing Anak di Apotek
Untuk mengatasi cacingan, ini adalah beberapa rekomendasi obat cacing anak yang bisa dibeli di apotek beserta aturan pakai dan harganya.
1. Konvermex Suspensi
Konvermex Suspensi merupakan obat cacing yang berguna mengatasi berbagai jenis infeksi cacing seperti cacing kremi, cacing gelang, dan cacing tambang. Cara kerjanya yaitu dengan membasmi cacing agar mudah dikeluarkan dari tubuh melalui feses.
Dosis penggunaannya berbeda-beda sesuai usia, di mana anak berusia 2–6 tahun cukup minum 1–2 sendok takar, usia 6–12 tahun sebanyak 2–3 sendok takar, dan usia di atas 12 tahun sebesar 3–4 sendok takar yang dikonsumsi satu kali sehari.
Perlu diingat bahwa obat ini sebaiknya tidak diberikan pada anak usia di bawah 2 tahun. Jika tidak, ada beberapa efek samping yang mungkin muncul seperti mual, muntah, pusing, mengantuk, hingga ruam kulit.
Harga: Rp17,200 (per botol).
2. Konvermex Kaplet
Obat kaplet yang satu ini dapat digunakan untuk mengatasi infeksi akibat cacing kremi, gelang, hingga cacing tambang. Konvermex dikonsumsi dalam dosis tunggal sesuai usia, di mana untuk anak berusia di bawah 5 tahun cukup ½ tablet, usia 5–9 tahun sebanyak 1 tablet, usia 10–15 tahun sebesar 1 ½ tablet, dan usia di atas 15 tahun sebanyak 2 tablet per hari.
Untuk infeksi cacing tambang, konsumsi sebaiknya dilakukan selama 3 hari berturut-turut. Efek samping bisa berupa mual, muntah, pusing, atau ruam kulit. Namun, obat ini tidak dianjurkan bagi penderita alergi kandungan pirantel pamoat di dalamnya.
Harga: Rp13,200 (per strip).
3. Combantrin Sirup
Combantrin Sirup mampu melumpuhkan cacing seperti cacing kremi dan tambang untuk kemudian mengeluarkannya melalui tinja tanpa memerlukan pencahar. Dosis diberikan satu kali saja yang disesuaikan dengan usia. Untuk anak berusia 2–6 tahun konsumsi 5–10 ml dosis, 10–15 ml untuk usia 6–12 tahun, dan 15–20 ml untuk usia di atas 12 tahun.
Obat ini sebaiknya tidak digunakan oleh ibu hamil, anak di bawah 2 tahun atau penderita gangguan hati tanpa konsultasi terlebih dulu dokter. Beberapa potensi efek samping yang patut diwaspadai meliputi mual, pusing, mengantuk, atau ruam kulit.
Harga: Rp21,700 (per botol).
4. Combantrin Tablet
Mirip dengan versi sirup, Combantrin Tablet juga dapat dikonsumsi untuk mengatasi berbagai jenis cacing yang terdapat pada tubuh anak. Untuk anak berusia 6–12 tahun, konsumsi Combantrin Tablet sebanyak 1–2 tablet dalam dosis tunggal, 2–3 tablet untuk usia 6–12 tahun, dan 3–4 tablet untuk usia di atas 12 tahun, baik sebelum maupun sesudah makan.
Namun, perlu diingat bahwa obat ini sebaiknya tidak dikombinasikan dengan piperazine karena berisiko memicu interaksi yang tidak diinginkan. Anak-anak berusia di bawah 2 tahun juga tidak disarankan untuk mengonsumsi obat tablet yang satu ini.
Harga: Rp20,200 (per strip).
5. Albendazole Tablet
Obat cacing berbentuk tablet ini bekerja dengan merusak sel-sel pada usus cacing sehingga mereka kehilangan energi dan akhirnya mati. Albendazole Tablet dapat digunakan untuk mengatasi infeksi cacing bentuk tunggal dan campuran, di mana konsumsinya hanya boleh dilakukan sesuai anjuran dokter.
Obat ini diminum setelah makan dengan dosis yang umum diresepkan dokter sebesar 1 kaplet. Konsumsinya harus dilakukan hati-hati jika anak Anda merupakan penderita gangguan hati atau ginjal. Efek samping yang dapat muncul meliputi gangguan pencernaan, sakit kepala, mulut kering, dan rasa gatal pada kulit.
Harga: Rp9–11 ribu (per strip).
6. Vermox
Vermox adalah obat cacing yang mengandung mebendazole dan digunakan untuk mengatasi infeksi akibat cacing gelang, cacing kremi, cacing tambang, dan cacing cambuk. Obat ini bekerja dengan cara menghambat penyerapan glukosa oleh cacing hingga membuatnya kekurangan energi dan mati.
Dosis yang dianjurkan adalah 1 tablet per hari untuk dewasa dan anak berusia di atas 5 tahun yang bisa diminum sebelum makan. Vermox sebaiknya tidak digunakan pada anak di bawah usia 2 tahun, ibu hamil, atau penderita gangguan hati dan masalah aliran empedu.
Harga: Rp25–35 ribu (per strip).
7. Askamex
Obat cacing dengan kandungan levamisol ini digunakan untuk mengatasi infeksi cacing gelang dan cacing tambang, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Askamex diberikan sekali sebelum tidur dengan dosis bervariasi tergantung usia. Anak-anak berusia 8–12 tahun dapat mengonsumsi 3–4 tablet, sementara dosis 4–6 tablet berlaku untuk usia di atas 15 tahun.
Obat ini tidak dianjurkan untuk ibu hamil serta pasien dengan kondisi seperti artritis rematik, gangguan darah, atau yang sedang menggunakan fluorouracil. Efek samping yang mungkin terjadi meliputi mual, muntah, diare, sakit kepala, gangguan tidur, hingga nyeri otot atau sendi.
Harga: Rp2–3 ribu (per strip).
Penyebab Penyakit Cacingan pada Anak
Munculnya cacing pada anak sendiri bisa disebabkan oleh beberapa hal. Namun, penyebab tersebut dapat diantisipasi sejak dini agar anak Anda tidak mudah terpapar penyakit cacingan ini. Berikut adalah penyebab cacingan yang sering ditemui pada anak.
-
Tidak Rutin Mencuci Tangan
Anak-anak sering bermain di luar ruangan dan menyentuh berbagai permukaan tanpa mencuci tangan dengan benar. Jika tangan yang kotor masuk ke mulut, telur cacing yang menempel bisa ikut tertelan dan menyebabkan cacingan.
Kebiasaan ini menjadi jalur utama penularan cacing kremi dan cacing gelang. Oleh sebab itu, ajari anak sejak dini untuk mencuci tangan dengan sabun setelah bermain, sebelum makan, dan setelah ke toilet.
-
Mengonsumsi Makanan yang Tidak Higienis
Sayuran atau buah yang tidak dicuci bersih hingga air yang tidak dimasak dengan baik bisa mengandung telur cacing. Bahan makanan yang tidak dimasak dengan sempurna hingga benar-benar matang juga bisa membuat cacing masuk ke saluran pencernaan anak.
Infeksi cacing gelang dan cacing tambang umumnya berasal dari makanan yang tidak higienis. Pastikan makanan anak selalu dimasak matang dan air minum berasal dari sumber yang bersih.
-
Bermain di Tempat yang Kotor
Bermain tanpa alas kaki di tanah yang terkontaminasi berbagai jenis kotoran bisa menjadi sumber infeksi cacing tambang. Larva cacing bisa masuk ke tubuh melalui pori-pori kulit, khususnya pada area kaki.
Hal ini sering terjadi di lingkungan yang memiliki tingkat sanitasi buruk. Namun, orang tua bisa mencegahnya dengan membiasakan anak memakai alas kaki saat bermain di luar rumah seperti area tanah atau taman.
Itulah beberapa informasi terkait daftar dan harga obat cacing anak di apotek yang perlu diketahui. Manfaatkan fitur Beli Obat dari VIVA Apotek untuk mendapatkan obat yang Anda butuhkan. Ingat untuk selalu jaga kesehatanmu, ya!
Referensi:
- HSE (2023). Threadworms. https://www2.hse.ie/conditions/threadworms/#:~:text=Causes%20of%20threadworms,your%20fingers%20when%20you%20scratch.
- Kids Health (n.d). Threadworms In Children. https://www.kidshealth.org.nz/threadworms.
