Skip links
Daftar dan Harga Obat Sakit Gigi Anak di Apotek

7 Daftar dan Harga Obat Sakit Gigi Anak di Apotek

Daftar dan Harga Obat Sakit Gigi Anak di ApotekSakit gigi pada anak menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan, entah itu bagi si kecil maupun orang tua. Rasa nyeri yang muncul dapat mengganggu aktivitas harian membuat anak sulit makan, tidur, dan lebih rewel dari sebelumnya. Di sisi lain, orang tua tentu khawatir karena gangguan yang dialami oleh anak tidak kunjung sembuh.

Oleh sebab itu, peran Anda sebagai orang tua sangat untuk mengetahui solusi yang tepat demi meredakan sakit gigi pada anak. Di apotek, tersedia berbagai jenis obat sakit gigi anak yang dijual bebas maupun dengan resep dokter. Namun, pemilihan obat perlu dilakukan secara cermat sesuai kondisi medis dan harganya.

Daftar dan Harga Obat Sakit Gigi Anak di Apotek

Berikut adalah beberapa rekomendasi obat sakit gigi anak yang bisa dibeli di apotek beserta dengan manfaat, aturan pakai, dan masing-masing harganya.

1. Proris Suspensi

Sebagai obat sirup yang mengandung ibuprofen, Proris Suspensi kerap digunakan untuk mengatasi gejala seperti sakit gigi, sakit kepala, nyeri sendi, atau demam akibat infeksi. Produk ini bekerja sebagai obat antiinflamasi nonsteroid yang efektif menurunkan suhu tubuh dan mengurangi rasa sakit.

Dosisnya sendiri perlu disesuaikan dengan usia dan berat badan anak, di mana anak berusia 1–2 tahun diberikan ¼ sendok takar, sementar usia 8–12 tahun bisa mengonsumsi 1 sendok takar sebanyak 3–4 kali sehari setelah makan. Jika muncul gejala seperti mual berat atau sakit perut yang tidak kunjung hilang, segera hentikan pemakaian dan konsultasi dengan dokter.

Harga: Rp28,900 (per botol).

2. Hufagripp TMP

Hufagrip TMP Sirup merupakan obat sirup yang berguna untuk meredakan demam serta nyeri ringan seperti sakit kepala, sakit gigi, dan nyeri telinga. Kandungan ibuprofen di dalamnya efektif menurunkan panas dan mengurangi rasa sakit pada anak berusia 1–12 tahun.

Obat ini dapat dikonsumsi 3–4 kali sehari setelah makan dengan dosis sesuai usia anak. Contohnya, dosis untuk anak berusia 1–2 tahun yaitu 2,5 ml dan anak berusia 8–12 tahun sebesar 10 ml. Jika anak memiliki riwayat tukak lambung atau mengalami gejala seperti asma dan ruam kulit, konsumsinya patut dipantau secara hati-hati.

Harga: Rp18,400 (per botol).

3. Bufect Forte

Bufect Forte juga bisa digunakan untuk mengatasi sakit gigi pada anak, gangguan nyeri ringan, hingga menurunkan demam. Kandungan ibuprofen yang ada di dalamnya sendiri yaitu 200 mg per 5 ml.

Dosis yang dianjurkan adalah 1 sendok teh 3–4 kali sehari untuk dewasa, sementara anak-anak diberikan sesuai berat badan yaitu 20 mg/kg berat badan per hari dalam dosis terbagi. Namun, obat ini tidak disarankan untuk anak-anak yang berusia di bawah 1 tahun.

Harga: Rp29,700 (per botol).

4. Ottopan Drop

Ottopan Drop adalah obat tetes yang mengandung paracetamol dan dirancang khusus untuk bayi dan anak-anak berusia di bawah 2 tahun. Obat ini berfungsi sebagai analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam) yang efektif untuk meredakan sakit kepala, sakit gigi, serta membantu menurunkan suhu tubuh akibat demam.

Konsumsi obat ini sebaiknya dilakukan setelah makan dengan dosis yang disesuaikan berdasarkan usia. Anak berusia di bawah 1 tahun dapat mengonsumsi 0,6 mL, sedangkan anak berusia 1–2 tahun dosisnya sebesar 0,6–1,2 mL yang dikonsumsi 3–4 kali sehari.

Harga: Rp51,500 (per botol).

5. Tempra Sirup

Selain untuk meredakan sakit gigi, Tempra Sirup juga dapat mengurangi nyeri akibat sakit kepala atau demam pada anak-anak setelah vaksin. Obat ini boleh digunakan untuk anak-anak di berbagai rentang usia, termasuk saat demam yang datang ketika flu atau infeksi ringan.

Untuk anak berusia 2–3 tahun, konsumsi dosis sebanyak 5 mL, anak berusia 4–5 tahun sebesar 7,5 mL, dan usia 6 tahun sekitar 10 m yang bisa diminum baik sebelum maupun sesudah makan. Hindari konsumsi dalam dosis tinggi pada anak yang memiliki gangguan ginjal karena dapat memperburuk kondisi tersebut.

Harga: Rp57,100 (per botol).

6. Farsifen

Farsifen menjadi obat berikutnya yang dapat digunakan untuk meredakan nyeri serta peradangan, baik pada kasus rematik, nyeri otot, nyeri sendi, maupun setelah prosedur medis seperti pencabutan gigi atau operasi.

Untuk anak berusia 1–12 tahun, obat ini dapat diberikan sebanyak 50–200 mg tergantung usia dan berat badan, namun tidak dianjurkan untuk anak yang memiliki berat badan di bawah 7 kg. Konsumsinya disarankan untuk dilakukan bersamaan dengan makanan demi mengurangi risiko gangguan saluran cerna.

Harga: Rp8,700 (per botol).

7. Dentasol

Dentasol merupakan obat topikal yang digunakan untuk meredakan rasa sakit akibat radang gusi, sariawan, sakit gigi, maupun rasa tidak nyaman yang dipicu oleh pertumbuhan gigi. Kombinasi kandungannya seperti benzokain, fenol, kamfer, dan mentol mampu mengurangi nyeri serta peradangan secara efektif.

Gunakan obat ini dengan cara mengoleskannya pada area yang sakit menggunakan kapas dan bisa diulang setiap 3–4 jam sekali. Walaupun dinilai efektif, penggunaannya tetap perlu dilakukan secara hati-hati, terutama pada anak berusia di bawah 1 tahun karena adanya risiko efek samping seperti reaksi alergi, sensasi terbakar, hingga gangguan pernapasan yang serius.

Harga: Rp7,600 (per botol).

Cara Alami Mengatasi Sakit Gigi pada Anak

Selain dengan obat medis di atas, sakit gigi juga bisa diredakan dengan beberapa cara alami yang melibatkan berbagai bahan di sekitar Anda. berikut adalah cara alami mengatasi sakit gigi pada anak yang dimaksud.

  • Kompres Dingin pada Pipi

Salah satu cara alami yang bisa membantu meredakan sakit gigi pada anak adalah dengan mengompres bagian pipi yang terasa nyeri menggunakan es batu yang dibungkus kain bersih. Suhu dingin dapat membantu mengurangi peradangan serta menenangkan saraf di sekitar gigi yang sakit.

Kompres bisa dilakukan selama 15–20 menit setiap beberapa jam sekali, terutama saat anak merasa kesakitan. Namun, jangan menempelkan es langsung ke kulit atau gigi karena bisa memperparah rasa nyeri atau menyebabkan iritasi.

  • Kumur dengan Air Garam Hangat

Air garam hangat merupakan antiseptik alami yang dapat membantu membersihkan area mulut dan meredakan peradangan ringan. Cara ini cukup aman untuk anak-anak yang sudah bisa berkumur tanpa menelannya.

Untuk mencobanya, campurkan setengah sendok teh garam ke dalam segelas air hangat, lalu minta anak untuk berkumur selama beberapa detik sebelum membuangnya. Cara ini bisa dilakukan sebanyak 2–3 kali sehari untuk mengurangi nyeri dan menjaga kebersihan mulut.

  • Oleskan Minyak Cengkeh

Minyak cengkeh mengandung eugenol, zat alami yang dikenal sebagai pereda nyeri dan antiseptik. Penggunaan minyak ini pada gigi yang sakit dapat membantu mengurangi rasa sakit secara sementara sambil menunggu penanganan lebih lanjut.

Cukup teteskan sedikit minyak cengkeh pada kapas, lalu oleskan perlahan ke bagian gigi atau gusi yang terasa sakit. Pastikan penggunaannya tidak berlebihan dan hindari jika anak memiliki riwayat alergi terhadap bahan herbal.

Itulah beberapa informasi terkait daftar dan harga obat sakit gigi anak di apotek yang perlu diketahui. Manfaatkan fitur Beli Obat dari VIVA Apotek untuk mendapatkan obat yang Anda butuhkan. Ingat untuk selalu jaga kesehatanmu, ya!

Referensi:

  • Colgate (2024). 10 Homemade Toothache Remedies. https://www.colgate.com/en-us/oral-health/cavities/four-homemade-toothache-remedies.
  • Dentistry on Dusk (n.d). 9 Home Remedies for Toothaches in Children. https://www.dentistryondusk.com/home-remedies-for-toothache-children.
Explore
Drag