Daftar dan Harga Obat Diare Anak di Apotek – Saat anak mengalami diare, Anda sebagai orang tua tentu langsung merasa cemas. Frekuensi buang air besar yang meningkat disertai tekstur feses yang cair bisa membuat si kecil cepat lemas dan berisiko mengalami dehidrasi.
Oleh sebab itu, pertolongan pertama diare diperlukan dengan obat yang tepat dan aman untuk anak-anak. Karena masing-masing punya cara kerja yang berbeda, peran orang tua hadir untuk memastikan obat yang dibeli sesuai dengan penyebab dan gejala diare yang dialami oleh anak.
Daftar dan Harga Obat Diare Anak di Apotek
Berikut adalah beberapa obat diare anak yang bisa dibeli di apotek beserta manfaat, aturan pakai, dan masing-masing harganya sebagai bahan pertimbangan Anda.
1. Diapet Sirup
Diapet Anak Sirup merupakan obat herbal yang dirancang khusus untuk membantu mengurangi frekuensi buang air besar pada anak saat diare. Kandungan ekstrak daun jambu biji dan kunyit di dalamnya bermanfaat untuk meredakan gangguan pencernaan.
Obat ini bisa dikonsumsi dengan dosis 1 sendok takar (5 ml) sebanyak dua kali sehari, di mana konsumsinya sebaiknya diminum setelah makan. Namun, perlu diingat bahwa obat ini tidak dianjurkan untuk anak-anak berusia di bawah 5 tahun.
Harga: Rp15,300 (per botol).
2. Zinkid Sirup
Zinkid Sirup berfungsi sebagai pelengkap pengobatan diare pada anak-anak di bawah usia 5 tahun. Obat ini tidak bekerja sebagai antidiare secara langsung, tetapi membantu mempercepat pemulihan saluran pencernaan dan mengurangi risiko diare berulang.
Zinkid biasa diberikan bersamaan dengan oralit. Dosisnya disesuaikan dengan usia, di mana bayi berusia 2–6 bulan sebesar 5 ml per hari, sementara anak-anak berusia 6 bulan–5 tahun diberi 10 ml per hari. Durasi pengobatannya berlangsung selama 10 hari dan tetap berlanjut bahkan ketika diare sudah berhenti.
Harga: Rp35,300 (per botol).
3. Daryazinc Sirup
Daryazinc Sirup umumnya diberikan untuk membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat diare serta mencegah dehidrasi. Kandungan aktifnya berupa zinc sulfate monohydrate dengan dosis harian 1 sendok teh untuk anak berusia 6 bulan–5 tahun dan 1/2 sendok teh untuk bayi usia 2–6 bulan, di mana pengobatan berlangsung selama 10 hari.
Obat ini sendiri perlu dikonsumsi saat perut kosong, sekitar 1–2 jam sebelum atau sesudah makan. Namun, konsumsi obat ini dalam dosis tinggi untuk jangka panjang tidak disarankan dapat mengganggu penyerapan tembaga dalam tubuh.
Harga: Rp42,900 (per botol).
4. Pedialyte Unfavoured
Pedialyte Unflavoured adalah larutan elektrolit yang dirancang untuk mengatasi dehidrasi ringan hingga sedang, khususnya pada bayi dan anak-anak akibat diare. Larutan ini dapat diberikan bersama atau tanpa makanan, di mana penggunaannya dianjurkan untuk dibarengi dengan pemberian ASI atau makanan selama masa diare.
Dosis Pedialyte bervariasi tergantung usia anak, mulai dari 300–2,400 ml selama 3 jam pertama, kemudian disesuaikan setiap kali kadar cairan pada anak menurun. Sebagai orang tua, Anda perlu peka akan gejala-gejala seperti memburuknya kondisi atau tidak membaik dalam 2 hari.
Harga: Rp46,000 (per botol).
5. Guanistrep Suspensi
Guanistrep Suspensi mengandung kaolin dan pektin, dua zat aktif yang bekerja dengan cara menyerap racun dan bakteri penyebab diare dalam saluran pencernaan. Obat ini digunakan untuk mengurangi jumlah buang air besar dan membantu mengembalikan tekstur feses yang encer, terutama pada diare yang penyebab pastinya belum diketahui.
Dosisnya bervariasi mulai dari 5 ml hingga maksimal 60 ml per hari dan anak di bawah 3 tahun perlu mendapatkan petunjuk dokter terlebih dahulu. Obat ini dapat dikonsumsi setelah buang air besar baik dengan maupun tanpa makanan. Meskipun relatif aman dikonsumsi, terdapat risiko konstipasi sebagai efek samping yang patut diwaspadai.
Harga: Rp8,900 (per botol).
6. Entrostop Anak
Entrostop Anak dirancang khusus untuk meredakan diare pada anak. Cara kerjanya yaitu dengan mengurangi frekuensi buang air besar dan membantu memadatkan tinja. Kandungan ekstrak kunyit, teh hijau, dan jahe di dalamnya juga bermanfaat untuk meredakan gejala lain yang datang bersama diare seperti perut terasa seperti terlilit, mual, dan kembung.
Obat ini diberikan setelah buang air besar dengan dosis 1 sachet sebanyak 3 kali sehari untuk anak berusia 6–12 tahun. Sementara itu, dosis dewasa adalah 2 sachet sebanyak 3 kali sehari. Karena berbahan dasar herbal, Entrostop Anak menjadi pilihan praktis dan relatif aman dalam mengatasi gangguan pencernaan ringan selama digunakan sesuai anjuran.
Harga: Rp18,900 (per kotak).
7. Diagit
Diagit merupakan obat antidiare yang bekerja dengan menyerap racun, bakteri, dan virus penyebab diare. Selain itu, kandungan pektin di dalamnya mengurangi jumlah buang air besar serta memperbaiki tekstur feses yang encer. Kombinasi ini efektif sebagai pengobatan untuk diare tingkat ringan hingga sedang.
Obat ini dapat dikonsumsi baik sebelum maupun sesudah makan, di mana dosis awalnya sebesar 2 tablet untuk dewasa dan anak berusia di atas 12 tahun. Sementara itu, untuk anak berusia 6–12 tahun, dosis awal adalah 1 tablet, lalu diikuti 1 tablet setiap selesai buang air besar.
Meskipun relatif aman dikonsumsi selama sesuai dosis yang dianjurkan, terdapat beberapa risiko efek samping yang mungkin timbul meliputi mual, pusing, dan konstipasi.
Harga: Rp38,700 (per strip).
Penyebab Anak Sering Terkena Diare
Sistem tubuh yang masih berkembang membuat anak-anak lebih rentan terkena penyakit, salah satunya diare. Namun, ada beberapa penyebab spesifik yang menjelaskan kenapa sebagian anak sering terkena diare sebagai berikut.
-
Infeksi Virus atau Bakteri
Penyebab paling umum dari diare pada anak adalah infeksi virus seperti rotavirus atau infeksi bakteri seperti E. coli atau Salmonella. Anak-anak sangat rentan terhadap mereka karena sistem kekebalan tubuh mereka belum sepenuhnya terbentuk.
Infeksi ini biasanya menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi atau kebiasaan tangan yang tidak bersih setelah buang air. Oleh karena itu, menjaga kebersihan makanan dan mengajarkan anak mencuci tangan sangat penting untuk mencegah diare.
-
Konsumsi Jenis Makanan Tertentu
Beberapa jenis makanan dapat memicu diare, khususnya jika anak memiliki intoleransi terhadap zat tertentu seperti laktosa pada susu atau terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi gula. Makanan yang terlalu pedas atau berminyak juga bisa mengganggu sistem pencernaan anak.
Selain itu, makanan yang tidak dimasak dengan baik atau disimpan di suhu yang tidak sesuai dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri. Orang tua perlu memerhatikan jenis makanan yang diberikan dan cara penyajiannya agar tetap aman dikonsumsi.
-
Tubuh Anak Mengalami Dehidrasi
Diare yang terjadi berulang kali bisa menyebabkan tubuh anak kehilangan banyak cairan dan elektrolit penting sehingga menyebabkan dehidrasi. Namun, dehidrasi juga bisa memicu iritasi saluran pencernaan, memperburuk kondisi, dan menimbulkan diare lanjutan sebagai bentuk reaksi tubuh.
Anak yang mengalami dehidrasi ringan hingga sedang mungkin akan menunjukkan gejala seperti tubuh lemas, bibir kering, dan jarang buang air kecil. Jika tidak segera ditangani, dehidrasi bisa menjadi kondisi serius yang memperpanjang durasi diare dan membuat tubuh anak semakin rentan terhadap infeksi lainnya.
Itulah beberapa informasi terkait daftar dan harga obat diare anak di apotek yang perlu diketahui. Manfaatkan fitur Beli Obat dari VIVA Apotek untuk mendapatkan obat yang Anda butuhkan. Ingat untuk selalu jaga kesehatanmu, ya!
Referensi:
- Johns Hopkins Medicine (n.d). Diarrhea in Children. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/diarrhea-in-children.
- WebMD (2024). Diarrhea in Children: Causes and Treatments. https://www.webmd.com/children/diarrhea-treatment.
