Skip links
Daftar dan Harga Obat Infeksi Saluran Kemih di Apotek

7 Daftar dan Harga Obat Infeksi Saluran Kemih di Apotek

Daftar dan Harga Obat Infeksi Saluran Kemih di ApotekJika Anda mengalami gangguan seperti nyeri saat buang air kecil atau rasa panas di area bawah yang terasa tidak nyaman, bisa jadi itu adalah gejala infeksi saluran kemih atau ISK. Penyakit ini bisa dialami oleh siapa saja, khususnya wanita, serta bisa berkembang menjadi masalah serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Untungnya, ada berbagai pilihan obat ISK yang tersedia di apotek, contohnya seperti beberapa jenis antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Tiap obat sendiri memiliki fungsi, cara kerja, dosis, dan harga yang berbeda-beda.

Apabila Anda sedang mencari alternatif obat untuk mengatasi ISK, artikel ini akan membahas poin-poin di atas sehingga dapat digunakan sebagai panduan memilih obat ISK berdasarkan kebutuhan dan preferensi harga masing-masing.

Daftar dan Harga Obat Infeksi Saluran Kemih di Apotek

Untuk mengatasi gangguan infeksi saluran kemih, berikut adalah beberapa rekomendasi obat ISK yang bisa ditemui di apotek beserta rentang harganya.

1. Urief

Urief mengandung silodosin yang digunakan untuk mengatasi gangguan buang air kecil akibat pembesaran prostat jinak. Obat ini bekerja dengan melemaskan otot di saluran kemih agar aliran urine menjadi lebih lancar.

Dosis umumnya sebesar 1 tablet yang dikonsumsi dua kali sehari setelah makan. Penderita gangguan hati, ginjal, atau tekanan darah rendah perlu mengonsumsi obat ini secara hati-hati. Urief sendiri tidak dianjurkan untuk wanita hamil atau menyusui serta bisa memengaruhi fokus saat mengemudi atau berkegiatan lainnya.

Harga: Rp80–100 ribu (per strip).

2. Urotractin

Urotractin adalah obat infeksi saluran kemih yang mengandung asam pipemidat. Cara kerjanya yaitu dengan menghambat enzim DNA girase sehingga efektif melawan bakteri gram positif dan negatif. Umumnya, dosis yang diresepkan sebanyak 1 kapsul yang dikonsumsi setiap 12 jam selama minimal 10 hari, diminum sebelum atau sesudah makan.

Obat ini tidak dianjurkan untuk bayi di bawah 3 bulan, ibu hamil, menyusui, serta penderita gangguan ginjal, hati, atau riwayat kejang. Meskipun relatif aman dikonsumsi selama mengikuti anjuran, beberapa efek samping yang patut diwaspadai dari konsumsi obat ini antara lain adalah mual, nyeri perut, ruam kulit, pusing, atau gangguan saraf.

Harga: Rp50–70 ribu (per strip).

3, Urinter

Kandungan asam pipemidat pada Urinter digunakan untuk mengatasi infeksi saluran kemih akut maupun kronis yang disebabkan oleh bakteri gram negatif atau positif. Dosis umum untuk orang dewasa adalah 1 kapsul dua kali sehari selama 7–10 hari yang dikonsumsi setelah makan.

Perlu diingat bahwa obat ini tidak boleh digunakan oleh pasien dengan riwayat alergi terhadap asam pipemidat, ibu hamil, menyusui, neonatus, atau penderita gangguan ginjal berat. Jika tidak, beberapa efek samping dapat muncul seperti mual, muntah, dan diare.

Harga: Rp30–90 ribu (per strip).

4. Urogetix

Urogetix merupakan obat yang digunakan untuk meredakan nyeri akibat iritasi atau infeksi pada saluran kemih. Lewat kandungan phenazopyridine, obat ini bekerja sebagai anestesi lokal yang memberikan efek analgesik langsung pada mukosa saluran kemih. Umumnya, dosis yang diresepkan yaitu 2 kaplet, di mana konsumsinya dilakukan 3 kali sehari setelah makan.

Obat ini tidak disarankan untuk penderita gangguan ginjal atau hepatitis. Efek samping yang perlu diwaspadai adalah sakit kepala, pusing, gangguan lambung, atau perubahan warna urine menjadi merah. Jika kulit atau mata Anda menguning, segera hentikan konsumsi dan konsultasi dengan dokter.

Harga: Rp90–110 ribu (per strip).

5. Tocef

Tocef digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri seperti infeksi saluran kemih, pernapasan, telinga, tenggorokan, serta radang amandel. Kandungan cefixime di dalamnya bekerja dengan menghambat pembentukan dinding sel bakteri, sehingga membunuh bakteri penyebab infeksi.

Obat dapat diminum sebanyak 1–2 kali sehari, baik sebelum atau sesudah makan dan harus dihabiskan sesuai resep untuk mencegah resistensi. Konsumsi obat ini secara hati-hati, khususnya bagi Anda yang memiliki riwayat alergi terhadap antibiotik, gangguan ginjal, atau sedang hamil dan menyusui.

Harga: Rp25–35 ribu (per strip).

6. Tequinol

Tequinol mengandung ciprofloxacin sebagai antibiotik golongan yang efektif melawan bakteri gram positif dan gram negatif. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi berat seperti infeksi saluran kemih, pencernaan, pernapasan, kulit, jaringan lunak, serta tulang dan sendi yang disebabkan oleh bakteri sensitif.

Dosis yang dianjurkan untuk infeksi saluran kemih ringan hingga sedang adalah 250 mg tablet sebanyak 2 kali sehari, sementara untuk tingkat berat yaitu 500 mg sebanyak 2 kali sehari. Konsumsi obat ini sesuai anjuran untuk mencegah efek samping yang mungkin terjadi seperti mual, muntah, diare, gangguan hati, dan ruam kulit.

Harga: Rp130–220 ribu (per strip).

7. Floxifar

Floxifar lazim dikonsumsi untuk mengatasi berbagai infeksi serius akibat bakteri seperti streptococcus dan staphylococcus. Obat ini efektif untuk gangguan infeksi saluran kemih, saluran pernapasan, kulit dan jaringan lunak, saluran cerna, serta infeksi tulang seperti osteomielitis akut.

Besar dosis yang dianjurkan untuk obat ini yaitu 250 mg untuk infeksi saluran kemih tingkat ringan hingga menengah dan 500 mg untuk tingkat berat, di mana keduanya dikonsumsi sebanyak 2 kali sehari. Floxifar tidak dianjurkan untuk anak-anak dalam masa pertumbuhan, ibu hamil, dan menyusui.

Harga: Rp16 ribu (per strip).

Apa Saja Penyebab Infeksi Saluran Kemih?

Walaupun memang bisa diatasi dengan konsumsi berbagai obat di atas, tentu akan lebih baik jika infeksi saluran kemih bisa dicegah sejak dini. Salah satu caranya adalah dengan mengetahui penyebab atau faktor risiko apa saja yang bisa memicu infeksi saluran kemih sebagai berikut.

  • Kebersihan Area Sensitif yang Tidak Terjaga

Area sensitif seperti kemaluan yang tidak bersih, khususnya setelah buang air kecil, dapat menjadi pintu masuk bagi bakteri penyebab infeksi saluran kemih. Bakteri seperti Escherichia coli yang berasal dari anus bisa berpindah ke uretra dan berkembang biak di saluran kemih jika tidak dibersihkan dengan benar.

Untuk mengurangi risiko ini,Anda perlu membilas bagian depan dan belakang setelah buang air, lalu mengganti pakaian dalam secara rutin. Pemakaian produk pembersih kewanitaan yang terlalu keras juga sebaiknya dihindari karena dapat mengganggu keseimbangan flora normal di area tersebut.

  • Sering Menahan Buang Air Kecil

Menahan keinginan buang air kecil terlalu lama bisa memberikan waktu bagi bakteri untuk berkembang biak di kandung kemih. Hal ini meningkatkan risiko infeksi karena urine yang seharusnya membilas saluran kemih justru tertahan di dalam tubuh.

Sebisa mungkin, jangan tunda buang air kecil lebih dari 3–4 jam atau ketika sudah merasa tidak nyaman. Menjadikan kebiasaan ini sebagai bagian dari rutinitas bisa menjadi langkah pencegahan yang sederhana namun sangat efektif.

  • Hubungan Seksual Tanpa Perlindungan

Hubungan seksual yang dilakukan tanpa menjaga kebersihan sebelum dan sesudahnya. Gesekan selama hubungan bisa menyebabkan bakteri berpindah ke saluran kemih, terutama pada wanita yang memiliki uretra lebih pendek.

Untuk mencegahnya, disarankan untuk buang air kecil setelah berhubungan seksual dan memastikan area kemaluan dalam kondisi bersih. Penggunaan pelumas berbahan dasar air dan menjaga komunikasi dengan pasangan soal kesehatan reproduksi juga penting dalam langkah pencegahan infeksi saluran kemih.

Itulah beberapa informasi terkait daftar dan harga obat infeksi saluran kemih di apotek yang perlu diketahui. Manfaatkan fitur Beli Obat dari VIVA Apotek untuk mendapatkan obat yang Anda butuhkan. Ingat untuk selalu jaga kesehatanmu, ya!

Referensi:

  • Cleveland Clinic (2023). Urinary Tract Infections. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9135-urinary-tract-infections.
  • Mayo Clinic (2022). Urinary tract infection (UTI). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urinary-tract-infection/symptoms-causes/syc-20353447.
Explore
Drag